This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

FEATURED

Kamis, 28 Februari 2013

AMD Indonesia Media Update: Melihat Senjata Andalan di Tahun 2013


AMD Indonesia ternyata bisa tersenyum manis saat meninggalkan tahun 2012 lalu. Berdasarkan data IDC yang disampaikan oleh Bapak Victor Herlianto, Consumer Bussiness Lead AMD Far East Ltd, terjadi peningkatan market share PC (desktop dan notebook) berbasiskan AMD pada kuartal 4 tahun 2012. Dibandingkan kuartal 3, terjadi peningkatan sebesar 7,2%. Tidak hanya itu, market share PC AMD pada kuartal 4 tahun 2012 juga meningkat 5,2% lebih besar dibandingkan kuartal yang sama di tahun 2011. Satu hal menarik adalah peningkatan market share ini adalah yang terbesar di wilayah APAC (Asia Pacific).


Menurut Bapak Victor Herlianto, meningkatnya market share tidak lepas dari semakin beragamnya pilihan PC AMD berbasiskan prosesor AMD APU terutama di perangkat notebook. Notebook berbasiskan prosesor AMD APU kini memiliki beragam pilihan dari kelas entry-level hingga kelas premium atau high-end. Di kelas entry-level dihuni notebook dengan prosesor AMD C-series dengan kisaran harga di bawah 3 juta rupiah. Sedangkan di kelas high-end saat ini tersedia notebook gaming dengan prosesor AMD APU A-10 seperti dari MSI. Beragam pilihan prosesor AMD APU untuk notebook juga didukung oleh semakin beragamnya pilihan merek terutama dari produsen besar notebook.



Menghadapi tahun 2013 AMD telah siap dengan berbagai senjata terbaru andalan mereka terutama di produk APU. Pada kuartal 3 tahun 2013, AMD direncanakan akan meluncurkan prosesor AMD APU Kabini dan juga Temash. Kabini akan menjadi penerus dari prosesor AMD seri E dan C. Kabini akan dilengkapi, maksimal, empat core Jaguar dan GPU berbasiskan GCN Southern Island. Sedangkan Temash akan menjadi pengganti prosesor APU Hondo untuk perangkat tablet. Temash juga akan dilengkapi, maksimal, empat buah core Jaguar dan GPU berbasiskan GCN tetapi akan memiliki konsumsi daya lebih rendah dari Kabini.

Melihat slide di atas AMD tampaknya akan menghadirkan prosesor AMD APU Richland sebelum kuartal 3 tahun 2013. Sedangkan Kaveri, APU generasi empat, dengan core Steamroller dan GPU GCN sayangnya baru akan hadir di tahun 2014. Kami juga mendapatkan kabar baik bahwa graphics card HD 8000M Solar System akan tersedia dalam waktu dekat kemungkinan sebelum pertengahan tahun.


Tidak hanya di pasar PC, di tahun 2013 ini AMD juga telah siap untuk bermain di pasar console gaming. Console gaming next gen kini dipersenjatai graphics card dari AMD. Nintendo Wii U menggunakan graphics card dari AMD sedangkan Playstation 4 menggunakan prosesor AMD Jaguar delapan core dan juga GPU dengan 18 buah Compute Units (Radeon HD 7860?!) Sedangkan Xbox generasi tiga tampaknya juga akan menggunakan graphics card dari AMD.








sumber:

Playstation 4 Akan Usung APU Terkuat AMD



Pengumuman Sony tentang konsol terbarunya – Playstation 4 memang membuka mata banyak gamer, terutama dari sisi visualisasi yang mampu ditawarkan oleh beberapa game yang rencananya akan dirilis untuknya. Sayangnya, Sony tidak menunjukkan seperti apa bentuk konsol yang ditawarkan ini dan masih memberikan informasi spesifikasi yang masih terkesan mengambang. Playstation 4 hanya dikonfirmasikan akan mengusung sebuah prosessor X86  8 core dan 8 GB DDR5 RAM untuk memperlihatkan kemampuan kasar perangkat next gen. Lantas seberapa kuat sebenarnya konsol yang satu ini? AMD memberikan sedikit gambaran akan apa yang akan ditemukan oleh gamer.

Playstation 4 memang akan menjadikan AMD sebagai inti utama kinerja gaming mereka. Sempat dirumorkan sejak tahun lalu, AMD dipercaya akan mempersiapkan lini arsitektur baru dengan kode nama “Jaguar” untuk memperkuat konsol next gen dari Sony dan Microsoft ini. Tidak perlu diragukan lagi, pengenalan Playstation 4 beberapa waktu lalu menjadi ajang unjuk gigi yang sudah lama ditunggu-tunggu oleh AMD. Head of Marketing AMD – John Taylor bahkan mengklaim Jaguar sebagai APU terkuat yang pernah diproduksi oleh AMD sejauh ini. Sayangnya, ia tidak memberikan detail lebih lanjut kemampuan seperti apa yang sebenarnya disandang oleh APU ini. Bagaimana dengan pecinta produk AMD yang menginginkannya untuk membangun PC?  Taylor meyakinkan bahwa versi cut down Jaguar akan dirilis secara terpisah sekitar akhir tahun nanti.


Mengusung APU terkuat AMD, apakah cukup untuk membuat Anda mengantisipasi kehadiran Playstation 4?

Dengan perilisan Playstation 4 dan XBOX  720 yang kabarnya akan mengusung APU yang sama, tahun 2013 tampaknya akan menjadi tahun yang manis untuk AMD. Cukup untuk membuat AMD meraih keuntungan yang masif? Sayangnya tidak. Sudah menjadi rahasia umum bahwa strategi penjualan prosesor untuk konsol selalu berakhir pada keuntungan yang tidak besar. Namun tetap saja, hal tersebut layak untuk diantisipasi.







sumber:

Rabu, 27 Februari 2013

EA: Battlefield 4 Terlihat Memukau di Playstation 4!



Senjata andalan EA untuk berkompetisi dengan Call of Duty dari Activision memang hanya bergantung pada satu nama – Battlefield. Dengan tinggal satu nama yang menjadi ujung tombak, EA dan DICE tentu memiliki kesempatan untuk berfokus dan memaksimalkan franchise ini, setidaknya untuk menembus sebuah kualitas yang melebihi fenomena Battlefield 3 dua tahun yang lalu. Satu yang menarik, maksimalisasi engine Frostbite 2.0-nya diklaim akan membuat Battlefield 4 hadir dalam visualisasi dan kualitas generasi selanjutnya. Apakah ini berarti konsol terbaru Sony – Playstation 4 akan mendapatkanya? Benar sekali. Setelah sempat diumumkan untuk PC, EA akhirnya mengkonfirmasikan eksistensi Battlefield 4 untuk Playstation 4.

Tidak hanya sekedar mengumumkannya begitu saja, di sela-sela presentasinya di Media dan Telecom Conference belum lama ini, Chief Financial Officer EA – Blake Jorgensen secara terbuka memuji konsol teranyar Sony ini. Ia menyatakan bahwa EA begitu tertarik dan bahagia dengan kemampuan teknis yang ditawarkan oleh Sony di Playstation 4. Ada begitu banyak hal baru yang akhirnya bisa mereka terapkan, hal-hal substansial yang hampir tidak mungkin  bisa dijalankan di teknologi sebelumnya. Hasilnya? Jorgensen menyebutnya memukau. Sebuah platform yang tampaknya akan mampu memfasilitasi kebutuhan dan imajinasi para developer dengan kekuatan kasarnya. Lantas kapan kita dapat melihatnya dengan mata dan kepala sendiri? EA sendiri berjanji akan merilis lebih banyak informasi dan intipan detail hingga E3 2013 mendatang dan menguak Battlefield 4 secara resmi.









sumber:

Selasa, 26 Februari 2013

AMD Perkenalkan Simulasi Rambut Realistis di Tomb Raider Reboot PC!


PC memang harus diakui sebagai platform gaming paling kuat yang ditawarkan di industri game saat ini. Sifatnya yang dinamis membuat banyak developer mampu mengadaptasikan ragam teknologi yang baru dan inovatif untuknya, terutama dari sisi visual, sesuatu yang tidak akan mampu diimplementasikan oleh konsol yang kian tua. Salah satu yang menarik untuk diikuti? Seri reboot yang tengah dikerjakan oleh Crystal Dynamics dan Square Enix – Tomb Raider yang memuat karakter utama – sang Lara Croft muda. Tidak hanya sekedar memastikan framerate dan kualitas tekstur yang jauh lebih baik, Tomb Raider Reboot versi PC ternyata juga akan memuat sebuah teknologi baru racikan AMD dan Crystal Dynamics. Teknologi yang mereka sebut sebagai TressFx Hair.

Dari semua elemen desain karakter yang ada, rambut memang menjadi salah satu “masalah” yang cenderung terlihat kentara. Ia sering terlihat begitu kaku dan seringkali hadir dengan animasi yang kurang merepresentasikan sifatnya di dunia nyata ketika bersinggungan dengan banyak hal. Lewat teknologi TressFX Hair , AMD dan Crystal Dynamics berusaha memperbaiki hal ini. Menggunakan bahasa pemograman DirectCompute,  mereka menciptakan sebuah simulasi yang lebih realistis dan dirender secara real-time. Setiap helai rambut Lara Croft saat ini akan dapat dipengaruhi oleh berbagai physics, dari gravitasi, angin, cahaya, gerak kepala, bahkan membuat rambut Croft keriting ketika dihadapkan pada situasi tertentu. Apakah ini artinya efek rambut seperti ini hanya akan mampu dihadirkan oleh AMD saja dan tertutup untuk perangkat dari Nvidia? Kemungkinan besar tidak. Bahasa pemograman DirectCompute dari DirectX 11 seharusnya membuat animasi rambut ini “terbuka”. AMD dan Crystal Dynamic sendiri belum memberikan konfirmasi apapun.
AMD dan Crystal Dynamics mengembangkan teknologi baru – TressFX Hair untuk simulasi rambut yang jauh lebih realistis. Lara Croft menjadi karakter pertama yang akan tampil maksimal dengannya.
Bedanya dengan rambut standar biasa? Lihat saja perbedaan detail yang ada.
Awesome!!
Ketika berhadapan dengan hujan..
Ketika berhadapan dengan angin..
Bagi Anda yang mengejar kualitas visual serealistis mungkin, animasi rambut TressFX Hair untuk Tomb Raider Reboot tentu menjadi alasan ekstra untuk menanti dan menjajal petualangan Lara Croft di PC. Sementara gamer konsol yang masih terpaku dengan DirectX 9? You can……weep…








Review Thermaltake Meka G1: Keyboard Mekanikal Standar


Thermaltake TteSports Meka G1
Lebih dari sebuah identitas yang mendefinisikan seorang gamer, kehadiran peripheral gaming memang tumbuh menjadi entitas yang mulai tidak terpisahkan. Tidak hanya sekedar gimmick, sebagian besar peripheral ini memang didesain dengan sangat baik, bahkan cukup baik untuk memfasilitasi semua kebutuhan yang diperlukan oleh seorang gamer, apalagi bagi Anda yang menjadikan PC sebagai perangkat gaming utama. Fitur memang menjadi salah satu nilai jual yang paling utama, namun kebutuhan untuk mendapatkan pengalaman gaming paling nyaman menjadi bagian yang lebih penting. Hal tersebutlah yang tampaknya berusaha ditawarkan oleh keyboard gaming – Meka G1 dari jajaran produk Thermaltake TteSPORTS.

Desain dan Fitur
Warna putihnya yang elegan dan bentuknya yang terlihat solid memang menjadi identitas bagi citra “gaming” Meka G1

Bagi Anda yang menjadikan kehadiran tombol makro keys dan kesempatan untuk kustomisasi sebagai standar keyboard gaming, maka Anda mungkin akan kecewa dengan Meka G1 ini. Ia hadir dengan fitur minim nan sederhana.
Kesederhanaan fungsi dan desain, ini mungkin menjadi kesan pertama yang Anda dapatkan ketika melihat bentuk yang ditawarkan oleh Thermaltake Meka G1 ini. Warna putih nan elegan yang membalut wujudnya yang terlihat solid memang menjadi identitas yang melekat kuat. Begitu sederhananya, hingga Thermaltake sendiri bahkan tidak menyuntikkan gimmick selain sebuah logo TtEsports  yang tertera di sudut kanan keyboard. Tidak ada lampu LED yang akan menyala terang dengan keren ketika Anda tekan, tidak ada logo naga Thermaltake yang keren kecuali Anda memasang palm rest yang sudah disediakan. Walaupun demikian, tata letak tuts memang harus diakui ergonomis, setidaknya untuk memastikan kecepatan dan akurasi yang Anda butuhkan, baik untuk bermain game, untuk menantang tugas komputasi yang sederhana. Terlalu sederhana untuk sebuah keyboard gaming? Tunggu Anda hingga melihat fungsi lainnya.

Apa yang membuat sebuah keyboard pantas untuk mendapatkan predikat sebagai sebuah peripheral gaming? Jika Anda termasuk gamer yang mendefinisikannya lewat kehadiran beragam fungsi kustomisasi, maka Anda mungkin akan kecewa dengan kehadiran Thermaltake Meka G1 ini. Terlepas dari desain elegan, solid, dan ergonomis, kesederhanaan bentuknya juga harus berakhir pada minimnya fungsi kustomisasi yang ada. Meka G1 tidak menyuntikkan ekstra keys dan menyediakan kesempatan untuk menambahkan beragam fungsi makro yang memang terlihat esensial untuk beberapa genre gaming saat ini. Namun untungnya, Anda yang butuh untuk mengakses beragam fungsi multimedia secara instan masih diberikan shorcut instan yang dapat diakses dengan mudah. The weird part? They don’t even add the Windows button on it..

Thermaltake Meka G1, Seberapa Nyaman?

Thermaltake Meka G1, Seberapa nyaman?


Tidak dapat dipungkiri, dari semua alternatif varian keyboard yang tersedia di pasaran saat ini, menjatuhkan pilihan pada keyboard mekanikal memang selalu menjadi alternatif terbaik. Varian ini selalu menawarkan kenyamanan, kecepatan, dan akurasi yang terbaik di kelasnya. Hal sama ini pulalah yang berusaha ditawarkan oleh Thermaltake lewat Meka G1 ini. Kenyamanan desain yang ada kian maksimal dengan kemampuannya untuk mengeksekusi setiap perintah Anda dengan tepat dan cepat. Terlepas dari absennya fungsi makro yang ada, Anda masih bisa menjadikannya sebagai senjata andalan untuk mengeksekusi game-game yang membutuhkan transformasi gerakan super cepat. Fungsi anti-ghosting juga meminimalisir kesalahan yang mungkin saja terjadi. Feedback yang nyaman cukup untuk menjanjikan kenyamanan ekstra untuk G1.

As expected, desain mekanikal yang diterapkan membuat Meka G1 dapat diandalkan untuk ragam situasi gaming yang ada. Akurasi, kecepatan, dan feedback yang responsif cukup untuk mendukung kebutuhan gaming Anda.

Tidak hanya memberikan slot USB, ia juga menyuntikkan dua port ekstra untuk audio dan microphone.
Tidak ada ekstra keys untuk menyuntikkan beragam fungsi makro berarti juga menihilkan kehadiran drivers untuk mengeksekusi hal tersebut. Absennya gimmick visual dalam bentuk lampu sekalipun kian memperkuat alasan Thermaltake untuk tidak mengembangkan dukungan perangkat lunak sama sekali untuk Meka G1 ini. Salah satu nilai jual yang cukup menarik hanyalah kehadiran beragam port yang dibutuhkan untuk menjadikan keyboard ini sebagai “pelabuhan” bagi semua peripheral PC krusial Anda yang lain. Menyediakan dua ekstra port USB di sisi belakang, Thermaltake Meka G1 juga menyediakan port audio dan microphone untuk membantu Anda menciptakan lingkungan PC gaming yang lebih rapi.
Crysis 3 jadi tantangan yang dengan mudah ditaklukkan oleh Meka G1 ini.


Fitur yang terbatas tidak lantas membuat Meka G1 tidak mampu membuktikan dirinya sebagai sebuah keyboard gaming yang dapat diandalkan. Dengan desain mekanikalnya yang nyaman, ia otomatis dapat diandalkan untuk beragam genre gaming yang memang tidak membutuhkan kombinasi fungsi yang kompleks untuk dieksekusi. Kami menjajalnya di tiga genre utama yang masing-masing diwakili oleh yang terbaik di kelasnya: Crysis 3 untuk FPS, Company of Heroes untuk RTS, dan DOTA 2 untuk MOBA. Untuk game sesederhana Crysis 3, tantangan ini sama sekali tidak terasa. Anda bisa menjalankan dan mengeksekusi setiap fungsi nanosuit Prophet dengan tepat tanpa perlu khawatir. Lantas bagaimana dengan DOTA 2 dan COH yang membutuhkan kecepatan untuk memastikan setiap unit dalam game berfungsi secara penuh? Membuktikan jati dirinya sebagai sebuah peripheral gaming yang dapat dipercaya, Meka G1 juga terbukti dapat diandalkan.

The Ultimate Points: Cable Management!
Anda termasuk gamer yang sering mengeluhkan tata letak kabel yang seringkali berantakan? Meka G1 memberikan solusi yang tepat lewat konfigurasi monster cable-nya.

Memuat empat konektor, Anda bisa menyuntikkan perangkat audio dan peripheral gaming krusial Anda yang lain langsung ke Meka G1.


Minimnya fungsi dan fitur serta desain yang terlihat sangat sederhana memang membuat Meka G1 tidak terlihat begitu istimewa. Namun bagi Anda yang menginginkan tata ruang gaming personal Anda lebih rapi dan sedap dipandang mata, Meka G1 pantas menjadi alternatif pilihan yang menarik. Kita tidak sedang membicarakan warna putih elegannya yang unik dan mungkin terlihat “langka” jika Anda mencari peripheral yang bisa memenuhi kebutuhan Anda untuk tema tertentu, tetapi juga kesempatan untuk mengadaptasikan tata letak kabel yang lebih rapi. Diperkuat dengan sebuah monster cable yang sangat reliable, Meka G1 juga menyediakan empat konektor di bagian ujung untuk memenuhi, tidak hanya kebutuhan multimedia, tetapi juga memfasilitasi peripheral tambahan Anda yang berbasiskan USB. Daripada harus berhadapan dengan susunan kabel super kacau di meja Anda, Meka G Unit  akan menjadi solusi instan untuk menciptakan atmosfer gaming yang setidaknya, lebih enak dipandang mata.


Kesimpulan

Terbatasnya fungsi dan fitur membuat Meka G1 tampil tak ubahnya sebuah keyboard mekanikal gaming standar tanpa keistimewaan. Satu-satunya kelebihan yang ada hanyalah kesempatan untuk mengatur tata letak kabel yang lebih baik. Satu hal yang pantas untuk dicatat, Thermaltake dapat membuat produk ini terlihat lebih kompetitif jika saja mereka menurunkan harga yang harus diakui, terlampau mahal dibandingkan dengan produk sejenis yang lain.

Apa yang bisa disimpulkan dari Thermaltake TtEsports Meka G1 ini? Terlepas dari desainnya yang elegan dan mekanisme mekanikalnya yang super nyaman dan reliable untuk semua fungsi gaming, keyboard ini harus diakui merupakan sebuah peripheral gaming sederhana yang akhirnya jatuh pada kualitas sebuah keyboard mekanikal standar lainnya. Selain kesempatan untuk cable management yang lebih baik  dan rapi, hampir tidak ada nilai plus lain yang membuatnya lebih baik dan berbeda dengan peripheral serupa yang ditawarkan di industri game saat ini. Warna putihnya mungkin akan menjadi pilihan yang tepat jika Anda sedang membangun rig gaming dengan tema tertentu dan kebetulan menjadikan warna putih sebagai elemen utama yang tidak terpisahkan. Selain itu? Hampir tidak ada yang istimewa. Tanpa kemampuan untuk kustomisasi makro, backlighting, atau sekedar gimmick, tidak ada alasan untuk melihat Meka G1 ini sebagai sebuah produk yang luar biasa.

Masalah terbesar justru ada pada harga yang ditawarkan oleh Thermaltake, yang harus diakui terbilang mahal jika dibandingkand dengan produk kompetitor yang lain. Dengan fungsi yang terbatas dan keunikan yang minim, Thermaltake menawarkannya dalam kisaran harga USD 100 atau sekitar Rp 1.000.000,-an di Indonesia. Ini tentu saja menjadi range harga yang terlihat kurang menarik, mengingat tidak sedikit kompetitor lainnya yang mampu menawarkan produk serupa di kisaran harga yang lebih murah. Bahkan perbedaannya sendiri cukup signifikan. Jika saja Thermaltake berani untuk bermain di level harga yang sama, maka Meka G1 ini akan menjadi pesona yang akan mudah membuat gamer PC jatuh hati.

But otherwise, gotta admit, it’s still an awesome “standard” mechanical keyboard!












Perang Dingin Amerika Serikat dengan Cina dalam Dunia Maya Tengah Terjadi



Dalam beberapa minggu ini, salah satu lembaga keamanan cyber yang bernama Mandiant Corp. telah merekap laporan mengenai keamanan sistem komputer yang terdapat di negara Amerika Seriakt, hanya untuk menemukan bahwa terdapat ratusan organisasi, lembaga, institusi dan perusahaan penting di Amerika Serikat telah di-hack dan berbagai data dicuri secara besar-besaran sejak tahun 2006. Sebanyak ratusan terabytes data dicuri dari setidaknya 141 organisasi bidang industri di Amerika Serikat.

Detil yang diberikan oleh Mandiant Corp. tersebut juga menyebutkan bahwa sumber hacker yang telah mencuri berbagai data ini berasal dari kemiliteran Cina yang berlokasi di daerah Shanghai; yaitu sebuah gedung berlantai 12 yang disebut sebagai Unit 61398 of China’s People’s Liberation Army. Pasalnya, pemerintahan Cina sendiri menyangkal perbuatan tersebut berasal dari kemiliteran Cina, serta mengatakan bahwa negara Cina sendiri juga merupakan salah satu korban dari cyber attacks
Gedung yang diduga merupakan sumber hacker yang mencuri berbagai data perusahaan dan lembaga penting di Amerika Serikat.



Pemerintah Amerika Serikat, dalam pernyataannya mengenai cyber attack yang dialami oleh berbagai institusi, lembaga, perusahaan, bahkan organisasi penting di Amerika Serikat, enggan untuk menyatakan bahwa Cina adalah “musuh utama” dari perang cyber yang tengah terjadi saat ini. Salah satu intelejen pemerintah Amerika Serikat mengatakan bahwa lebih baik tidak melibatkan negara tersebut dalam pernyataan mengenai perang cyber yang masih terjadi saat ini untuk menghindari ancaman serangan balik yang bisa merugikan. Akan tetapi, pihak Amerika Serikat tidak akan mengalah begitu saja dalam perang dingin dunia maya yang terjadi saat ini. Pihak pemerintah akan mulai mengirimkan berbagai surat peringatan kepada pemerintah Cina secara privat.

Menyebutkan negara Cina sebagai musuh bukanlah perkara yang mudah. Pasalnya, negara Cina merupakan kompetitor dalam bidang ekonomi sekaligus merupakan supplier dan pelanggan yang penting. Walau terdapat banyak ketegangan politik dan ekonomi di antara negara Amerika Serikat dan negara Cina, keduanya juga menjalin hubungan kerja sama yang cukup baik.

Dalam beberapa bulan ke depan, terdapat rencana bagi pemerintah Amerika Serikat untuk mencoba berdiskusi secara tertutup dengan pemerintah Cina mengenai cyber attack yang terjadi sejak beberapa tahun ini, yang diharapkan dapat memberikan jalan keluar terbaik untuk menghentikan perang dingin di dunia maya ini. Jika kasus pencurian data ini masih belum berhenti dari sumber yang didapatkan, maka pemerintah Amerika Serikat kemungkinan besar juga akan melancarkan serangan balik dalam dunia maya terhadap Cina.





Senin, 25 Februari 2013

AMD Persiapkan VGA Radeon HD 7990 “Malta” Untuk Hadapi GeForce GTX Titan?



Kemunculan graphics card single-GPU terkencang di muka bumi dari NVIDIA, GeForce GTX Titan, memang menyita perhatian banyak orang terutama gamer kelas enthusiast. Bersenjatakan chip GPU GK110, GeForce GTX Titan memang mampu menawarkan performa tinggi untuk menjalankan game dengan lancar di resolusi gambar Ultra HD dengan setting kualitas grafik rata kanan. Kehadiran GeForce GTX Titan tentu saja menimbulkan pertanyaan, “Bagaimanakah langkah AMD dalam menghadapi graphics card tersebut?”.



FirePro S1000, graphics card dual-GPU Tahiti Pro untuk kelas profesional. Apakah Radeon HD 7990 akan memiliki desain seperti ini nantinya?

Untuk menghadapi GeForce GTX Titan atau lebih tepatnya diposisikan untuk menghadapai GTX 690, AMD dikabarkan akan merilis graphics card dual-GPU Radeon HD 7990 dengan codename Malta. Dengan penundaan perilisan graphics card Sea Island, senjata andalan AMD saat ini memang bergantung kepada chip GPU graphics card seri HD 7000 Southern Island. Dengan kemampuan GeForce GTX Titan saat ini, kami cukup penasaran bagaimana AMD akan meramu spesifikasi maupun kemampuan Radeon HD 7990 nantinya.

Cukup disayangkan belum diketahui chip GPU apakah yang akan digunakan AMD untuk Radeon HD 7990. Kandidat terkuat tentu saja ada di Tahiti XT yang merupakan chip GPU terkencang yang dimiliki AMD. Tentu saja tidak menutup kemungkinan AMD akan meracik chip GPU baru tetap berbasiskan arsitektur GCN Southern Island. Diperkirakan chip GPU tersebut akan dilengkapi clock GPU di atas 1GHz.

Untuk dapat bersaing dengan GeForce GTX Titan dan juga GTX 690, Radeon HD 7990 tersebut tentu saja harus menawarkan performa setidaknya seimbang dengan kisaran harga jual sama atau lebih murah. Kalaupun Radeon HD 7990 mampu menawarkan hal tersebut terdapat kekhawatiran lainnya yaitu konsumsi daya. Jika kita perhatikan Radeon HD 7990 (dual Tahiti XT) kreasi produsen partner AMD seperti TUL atau ASUS, graphics card tersebut memerlukan 3 buah konektor daya 8-pin. Sedangkan GeForce GTX 690 hanya membutuhkan 2 buah konektor daya 8-pin dan GTX Titan hanya membutuhkan konektor daya 8-pin + 6-pin.

Dengan target untuk menghadapi GeForce GTX Titan dan GTX 690, Radeon HD 7990 diperkirakan akan memiliki kisaran harga jual setidaknya $999.









Spesifikasi PC untuk Tomb Raider Reboot


Menyelami petualangan awal sang heroine ikonik di industri game – Lara Croft memang sudah menjadi mimpi banyak gamer. Terlepas dari tampilan dan aksinya yang selalu memukau di berbagai seri, banyak gamer yang tentu penasaran apa yang membuat wanita manis dengan darah bangsawan ini tampil begitu berani, tetapi sekaligus juga menawan. Lewat tangan dingin Crystal Dynamics, Square Enix berusaha membawa kembali gamer pada akar Tomb Raider yang selama ini selalu misterius. Tidak hanya dirilis untuk XBOX 360 dan Playstation 3, seri reboot yang satu ini juga akan dirilis untuk PC. Pertanyaanya kini, mampukah PC Anda menanganinya?

Sebagai sebuah seri reboot, Crystal Dynamic memang menyuntikkan, tidak hanya cerita baru, tetapi juga mekanisme gameplay yang baru di dalamnya. Seolah menenggelamkan sisi action platformer yang begitu kental dengan franchise ini, Tomb Raider Reboot bergerak dalam alur yang lebih dinamis, plot dan setting yang lebih kelam, animasi gerak yang lebih baik, dan sisi aksi yang lebih sinematik. Keunggulan-keunggulan ini tentu saja akan tampil lebih maksimal di platform terkuat saat ini – PC. Masih mendukung sistem operasi lawas – Windows XP, versi PC Tomb Raider reboot ini akan menawarkan data 16 kali lipat dibandingkan versi konsol, tessellation, high quality shadow, dan tentu saja depth of field untuk memastikan efek dan visualisasi yang lebih maksimal. Spesifikasi apa saja yang dibutuhkan? Ini dia!
                                                                Can you handle my new action, PC gamer?




Minimum Requirements
Windows XP Service Pack 3, Windows Vista,7,8 (32bit/64bit)
DirectX 9 graphics card with 512Mb Video RAM:
AMD Radeon HD 2600 XT
nVidia 8600
Dual core CPU:
AMD Athlon64 X2 2.1 Ghz (4050+)
Intel Core2 Duo 1.86 Ghz (E6300)
1GB Memory (2GB on Vista)
Recommended Requirements
Windows Vista, Windows 7 or Windows 8
DirectX 11 graphics card with 1GB Video RAM:
AMD Radeon HD 4870
nVidia GTX 480
Quad core CPU:
AMD Phenom II X2 565
Intel Core i5-750
4GB Memory
Bagaimana dengan PC Anda sendiri? Siap untuk menangani petualangan perdana Lara Croft ini?






sumber:

Minggu, 24 Februari 2013

NZXT Merilis Casing FULL-Tower Terbaru Miliknya, Phantom 630



Baru-baru ini, di acara pameran akbar awal tahun CES 2013, NZXT memamerkan dan sekaligus merilis sebuah casing PC kelas FULL-Tower terbaru miliknya dari seri Phantom, NZXT Phantom 630, yang akan menjadi salah satu produk andalan NZXT di tahun 2013 ini.


Casing NZXT Phantom 630 ini memiliki desain fisik yang tidak banyak berbeda dengan versi pendahulunya, hanya saja casing NZXT Phantom 630 ini memiliki ukuran dan volume ruang yang lebih besar dibandingkan dengan seri pendahulunya. Hal itu disebabkan karena casing ini sudah mendukung penggunaan motherboard berukuran XL-ATX dan mampu memuat radiator watercooling berukuran besar didalamnya.

Berikut spesifikasi singkat dari NZXT Phantom 630 :


Berikut bentuk fisik dari casing NZXT Phantom 630 ini











sumber:

Jumat, 22 Februari 2013

AMD mengumumkan teknologi hybrid Dock Turbo

AMD telah merilis beberapa berita dalam jangka hingga MWC 2013 menunjukkan bahwa AMD serius dalam memenuhi ekspektasi kinerja yang lebih tinggi untuk tablet mendatang dan desain PC hybrid. Sebuah video yang menunjukkan teknologi AMD Turbo Dock telah di-upload ke YouTube. Ini menunjukkan tablet kuat yang mendorong lebih lanjut saat keyboard / dermaga terpasang. AMD berencana untuk memamerkan didasarkan pada konsep ini dirancang Dock Turbo pada minggu depan MWC, serta berdiri sendiri tablet kinerja.


Idenya adalah bahwa ketika tablet AMD undocked kinerja prosesor disesuaikan untuk konsumsi konten dan ketika keyboard dock adalah kinerja terlampir melangkah untuk pembuatan konten. Berpikir tentang gagasan itu, saya berharap seluruh sistem berguna dikonfigurasi, kadang-kadang bermain game atau menonton video HD pada tablet bisa memerlukan mendengus CPU lebih banyak daripada mengetik email, misalnya, dengan dock terpasang.


Menurut Steve Belt, Wakil Presiden Produk Ultra Low Power AMD, throttling daya tidak cukup sebagai sebuah strategi pemasaran. Beliau berkata “Dengan APU terbaru kami, AMD bertujuan untuk memberikan fitur pengalaman yang lebih lengkap di tablet dan PC Hybrid dari apa yang telah tersedia pada hari ini. Teknologi AMD Turbo Dock memberikan janji tersebut dengan penyesuaian secara dinamis kepada apa yang pengguna sedang lakukan untuk memberikan pengalaman dan daya tahan baterai yang optimal pada saat mereka menonton video, memainkan game DirectX ® 11,  atau membuat presentasi PowerPoint untuk bekerja.”



Sementara kita akan melihat beberapa sistem AMD Turbo Dock di MWC itu akan hanya akhir tahun, ketika Temash AMD dilepaskan, bahwa tablet dan hibrida akan menjadi tersedia. Sistem dipamerkan di MWC akan mencakup baik Temash dual-core dan quad-core mesin bertenaga dibangun menggunakan proses manufaktur 28nm.

AMD dikutip tablet riset IDC sutradara Tom Mainelli mengatakan "Balancing kinerja pada layar kerapatan pixel tinggi dengan tuntutan pengguna sekitar baterai sangat penting untuk pengalaman tablet yang besar. Teknologi seperti tujuan terbaru generasi AMD APU 'Temash' untuk memenuhi kebutuhan tersebut. "


AMD mengingatkan kita bahwa tablet mendatang dan hibrida tidak akan hanya memiliki teknologi Dock baru Turbo tapi "fitur premium" dibandingkan dengan kompetisi, termasuk, akses ke AppZone AMD, AMD "Mulai Sekarang" fast booting dan melanjutkan, AMD Radeon DirectX 11 grafis dengan dukungan untuk output HDMI 1080p penuh dan juga Windows 7 / Windows 8 support.

Saya berharap bahwa AMD bisa mendapatkan beberapa Windows 8 kompetitif ditingkatkan, sentuhan-ramah desain keluar ke pasar segera. Juga belum kita masih tidak tahu apa yang mitra hardware akan bekerja pada rentang baru dari perangkat komputasi.





sumber: AMD, HEXUS

Kamis, 21 Februari 2013

Motherboard thin mini-ITX Series terbaru dari Gigabyte


Baru2 ini Gigabyte meluncurkan motherboard teranyar  Mhoterboard Thin Mini-ITX H77TN dan B75TN.

Kedua mobo anyar dari Gigabyte tersebut memiliki bentuk 43% lebih tipis dibanding mobo seri Mini-ITX lainnya




"Kehadiran mobo Thin Mini-ITX ini membuktikan komitmen kami untuk pasar PC desktop dan memperkokoh posisi kami sebagai pemimpin di segmen AIO," ujar Henry Kao, VP Gigabyte Motherboard Business Unit.
Gigabyte H77TN dan B75TN merupakan sebuah mobo yang berarsitektur chipset Intel H77 dan B75. Keduanya juga mampu mendukung prosesor Intel Core generasi kedua dan ketiga. Bentuk fisik keduanya juga bisa dikatakan identik dengan berukuran 17 x 17 cm, serta memiliki tinggi berukuran 2,5 cm.
Gigabyte H77TN dan B75TN juga menawarkan input daya yang fleksibel sesuai dengan berbagai desain PC.
Keduanya juga turut menawarkan kemudahan IO dengan sebuah slot x4 PCI Express expansion yang ditemani mSATA and Mini PCIe slots. Tentu saja untuk memudahkan penggunanya.



AMD Tambahkan Jajaran Radeon HD 7700 pada April Mendatang

Sudah bukan menjadi berita baru lagi, jika tahun ini AMD belum akan merilis graphics card generasi terbarunya (HD 8000 series) setidaknya hingga akhir tahun nanti. Walaupun para pengguna “Kubu Merah” ini tidak akan menemukan sesuatu yang baru dalam waktu dekat, tetapi AMD cukup yakin dengan campaign “Never Settle Bundle” yang akan membantu penjualan produk graphics card mereka tahun ini

Tanpa HD 8000 series, AMD nampaknya masih akan “berkreasi” dengan jajaran graphics card kelas menengahnya yang akan menambahkan varian HD 7700 series. Dari informasi yang didapatkan, AMD sedang mempersiapkan graphics card terbaru dari keluarga “Southern Island” yang akan mengisi celah antara HD 7770 – HD 7850, dan direncanakan akan diluncurkan pada bulan April mendatang.


Radeon HD 7770 “Cape Verde”

Karena  posisinya yang berada diantara HD 7770 dan HD 7850, kemungkinan besar AMD akan menggunakan nama HD 7790 pada produk graphics card terbarunya ini. Berbasiskan GPU dengan kode nama Bonaire XT, graphics card ini diestimasikan akan memiliki performa yang mendekati HD 7850, oleh karena itu para partner pembuat graphics card ini nantinya diminta langsung oleh AMD untuk tidak membuat versi factory overclocked-nya, karena akan mengganggu penjualan dari HD 7850 itu sendiri. Selain HD 7790 ini, kemungkinan AMD untuk menghadirkan varian lain masih cukup terbuka, walaupun tidak benar-benar menawarkan sesuatu yang baru, semoga AMD dapat memberikan Price Performance yang dapat menarik untuk para penggunanya.









sumber:

Semua Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Sony Playstation 4!



Setelah eksis hanya seputar rumor kurang lebih setahun terakhir ini,  Sony akhirnya memperkenalkan konsol generasi terbarunya kepada publik. Seperti yang sempat diprediksikan, pengumuman besar Sony pada tanggal 20 Februari 2013 di New York City ini akhirnya memperlihatkan Playstation 4, untuk pertama kalinya. Namun alih-alih menggunakan nama “Orbis” yang sempat disuntikkan untuk beragam prototype yang mereka luncurkan ke beberapa developer besar yang ada, Sony memutuskan untuk tetap bertahan dengan gaya klasik penamaannya – Playstation 4. Kekuatan seperti apa yang ditawarkan oleh senjata baru milik Sony ini? Apa yang membuatnya pantas untuk diantisipasi?

The Console




Masih misterius. Walaupun Sony secara resmi sudah memperkenalkan Playstation 4 kepada publik lewat konferensi pers ini, namun ia sama sekali tidak memperlihatkan wujud konsol ini sama sekali. Besar kemungkinan semua demo ini masih dikerjakan menggunakan prototype yang belum ditentukan versi final untuk keperluan komersialnya. Walaupun demikian, Sony memberikan sedikit intipan tentang spesifikasi yang akan diusung oleh Playstation 4, walaupun tidak secara mendetail. Disokong oleh sebuah APU yang lebih bertenaga – 8 core x86 CPU untuk keperluan proses pengembangan yang lebih praktis dan “Enhanced PC” GPU, Playstation 4 juga akan mendapatkan 8 GB GDDR 5 untuk mendukung performa yang lebih menjanjikan. Tidak hanya itu saja, Sony juga mengklaim akan menghadirkan storage dalam kapasitas besar di konsol terbarunya ini.

The Controller



Perkenalkan DualShock 4. Mengikuti tradisi yang mengikuti perkembangan konsolnya selama ini, Sony juga memperkenalkan kontroler baru untuk menemani Playstation 4 di masa depan. Bentuknya? Benar-benar merepresentasikan kontroler prototipe yang sempat bocor di dunia maya beberapa minggu yang lalu. Hadir dengan bentuk yang lebih elegan, DualShock juga menghadirkan beberapa fitur baru. Mengadaptasikan teknologi PS Vita, Sony membubuhkan touchpad interaktif di tengah bagian kontroler. Selain itu juga, sebuah speaker dan audio jack juga disematkan di dalamnya. Untuk mendukung fungsi sosial dunia maya yang kini kian populer, DualShock 4 juga datang dengan tombol Share untuk berbagi konten ke jaringan pertemanan dunia maya Anda. Tidak hanya sekedar foto atau video, lewat teknologi Gaikai yang berhasil diakuisisi oleh Sony, Anda bahkan dapat menyiarkan permainan yang tengah Anda nikmati untuk lingkaran pertemanan Anda

DualShock 4 Spec:
External Dimensions Approx. 162mm x 52mm x 98mm (width x height x depth)
(tentative, excludes largest projection)
Weight Approx. 210g (tentative)
Keys / Switches PS button, SHARE button, OPTIONS button,
Directional buttons (Up/Down/Left/Right),
Action buttons (Triangle, Circle, Cross, Square),
R1/L1/R2/L2 button, Left stick / L3 button, Right stick / R3
button, Pad Button
Touch Pad 2 Point Touch Pad, Click Mechanism, Capacitive Type
Motion Sensor Six-axis motion sensing system (three-axis gyroscope, threeaxis accelerometer)
Other Features Light Bar, Vibration, Built-in Mono Speaker
Ports USB (Micro B), Extention Port, Stereo Headset Jack
Wireless Communication Bluetooth® Ver2.1+EDR
Battery Type Built-in Lithium-ion Rechargeable Battery
Voltage DC3.7V (tentative)
Capacity 1000mAh (tentative)
Seperti halnya Kinect, DualShock 4 juga dapat dimaksimalkan sebagai peripheral motion sensor berkat kehadiran peripheral sandingan yang disebut sebagai Playstation 4 Eye. Kamera kecil dengan dua kamera sensitif dan lensa yang lebar ini akan mampu menangkap gambar dari gamer, tetapi juga posisinya dalam ruang tiga dimensi. Apa implementasi yang berusaha disuntikkan Sony darinya? Playstation 4 Eye ini akan memungkinkan gamer menikmati game dengan hanya gerakan tubuh dan suara untuk menciptakan pengalaman gaming yang lebih menyenangkan. So, it’s a “Kinect”, basically..



Playstation 4 Eye Spec:
External Dimension Approx. 186mm x 27mm x 27mm (width x height x depth)
(tentative)
Weight Approx. 183g (tentative)
Video Pixel (Maximum) 1280 x 800 pixel x 2
Video Frame Rate 1280×800 pixel @ 60fps
640×400 pixel @ 120fps
320×192 pixel @ 240fps
Video Format RAW, YUV (uncompressed)
Lens Dual Lenses, F value/F2.0 fixed focus
Capture Range 30cm~∞
Field-of-View 85°
Microphone 4 Channel Microphone Array
Connection Type PS4 dedicated connector (AUX connector)
Cable Length Approx. 2m (tentative)
The Features
Apalah arti sebuah konsol generasi baru jika ia tidak mampu menawarkan fitur-fitur baru nan inovatif. Playstation 4 datang dengan beberapa fitur yang menarik untuk diperhatikan, antara lain:


Suspend / Resume Function -  Anda kini diperkenankan untuk melakukan resume ataupun suspend kerja konsol secara instan lewat tombol power yang ada.
Download while off – Anda kini tetap bisa mengunduh game yang tengah Anda incar ke dalam Playstation 4 walaupun konsol tengah dimatikan. Anda juga dapat melakukannya sembari memainkan game yang lain.
Cloud Gaming – Seperti yang sempat dirumorkan sebelumnya, Playstation 4 memang tidak memiliki backward compability. Sebagai gantinya, mereka menyediakan sistem cloud lewat Gaikai untuk melakukan tugas tersebut. Para pemilik Playstation 4 akan dapat menggunakan layanan cloud ini untuk mengakses hampir semua katalog game lawas dari Playstation 1, 2, dan 3.
Full Remote Play Support – Sony mengklaim bahwa integrasi antara handheld utamanya – Playstation Vita dan Playstation 4 akan mencapai level yang baru. Mereka berusaha untuk memastikan setiap game di Playstation 4 dapat menggunakan fitur remote play dengan PS Vita secara sempurna.
Next-gen Engine – Playstation 4 juga memperlihatkan kemampuannya mengeksekusi beberapa engine game generasi terbaru. Benar sekali, kita sedang membicarakan Unreal Engine 4 dan Luminous Engine! Termasuk engine baru yang memesona dari Quantic Dreams.
Blu-ray Disc – Sebuah fitur yang pantas disyukuri, Sony doesn’t go all cloud.. Playstation 4 masih akan mengusung disc blu-ray untuk game-gamenya.
Free to Play dan Episodic Gaming – Sony akan memungkinkan game-game dengan konsep Free to Play dan game-game yang terbagi ke dalam episode untuk dirilis di Playstation 4. Dengan hal ini, mereka berharap untuk menelurkan popularitas yang tidak kalahnya dengan platform PC di mata developer indie.
Game apa saja yang ditawarkan? Kapan Playstation 4 ini akan tersedia dan berapa harga yang dibanderol untuknya? Silakan menuju ke halaman kedua.








sumber:





EA Perlihatkan Battlefield 4 Kepada Para Retailer



Waluapun belum membagi informasi dan detail apapun, EA berjanji akan memperlihatkan wujud Battlefield 4 untuk pertama kalinya dalam 90 hari ke depan, atau paling maksimal – bulan April 2013.
Tren persaingan game FPS di akhir tahun tampaknya tidak akan banyak berbeda di tahun 2013 ini. Setelah konfirmasi Activision yang akan merilis seri Call of Duty “misterius”nya tahun ini, EA juga akan terlibat dalam kompetisi yang serupa. Melepaskan Medal of Honor yang dianggap tidak menguntungkan, senjata EA dan DICE kini memang hanya bertumpu pada satu nama besar – Battlefield. Tetap mempertahankan eksistensi Battlefield 3 yang dirilis dua tahun lalu dengan segudang DLC multiplayer yang menarik, EA juga tengah mengembangkan si seri terbaru –Battlefield 4. Walaupun belum memperlihatkannya secara umum kepada publik, namun EA tampaknya siap untuk melakukan hal tersebut dalam waktu dekat.

EA dan DICE memang sempat menjanjikan akan mempertontonkan Battlefield 4 dalam 90 hari ke depan dan mereka tampaknya siap untuk hal tersebut. Setidaknya hal inilah yang tercermin dari tweet resmi  yang dilemparkan oleh CEO GameStop – Paul Raines. Lantas apa hubungan EA, Battlefield 4, dan GameStop? Usut punya usut, EA ternyata memberikan intipan seri terbaru Battlefield 4 ini kepada para retailer game besar terlebih dahulu. Raines sendiri menuliskan sneak peek ini lewat akun Twitternya. “Got to see Battlefield 4 today and all i can say is WOW! Thanks @EA for the sneak peek. Can’t wait for you all to see it.” . Kira-kira apa yang membuat Raines begitu kagum? Frosbite Engine 2.0 yang sudah disempurnakan kah? Atau mungkin mekanisme gameplay inovatif yang baru? Tidak ada jawaban yang pasti, setidaknya hingga EA membuka tabir misteri ini sendiri.


Apa yang kira-kira membuat Raines melontarkan komentar “Wow!”.. The curiosity is killing..
Don’t make the same mistake with the Medal of Honor, EA. Awe us with your Battlefield 4!








sumber: