Creative Sound Blaster Recon3D Omega
Headset yang satu ini tentu saja menarik perhatian kami. Bagaimana tidak? Selain desain elegan yang membalut permukaannya, statusnya sebagai sebuah headset gaming wireless tentu saja menawarkan sensasi dan fungsi yang lebih unik dibandingkan dengan peripheral gaming konvesional lainnya.Tidak hanya itu saja, untuk sebuah fungsi yang membutuhkan akurasi dan ketepatan suara untuk pengalaman yang lebih maksimal, statusnya yang nirkabel tentu saja berpotensi menghadirkan segudang masalah. The best part? Ia hadir dengan sebuah sound card yang diklaim mampu menyempurnakan fitur Sound Blaster Recon3D ini dengan lebih baik. Lantas seberapa baik performa Creative Sound Blaster Recon3D Omega ini? Kita akan membahas pengalaman yang ia tawarkan.
Desain dan Fitur
Dengan ukuran yang tidak terlalu besar dan dibalut dengan warna hitam yang elegan, lampu biru lembut yang menyala di sisi headset dan sound card ini memperkuat sisi kosmetik yang ada.
Sebagai sebuah headset dengan ukuran yang terhitung proporsional, Recon3D Omega menawarkan ear pad yang sangat nyaman. Dengan bahan kulit sintetis yang menyelimuti busa yang lembut, telinga Anda akan termanjakan olehnya, walaupun dikenakan dalam waktu yang lama. Sudut putar pad-nya yang juga cukup luas, Anda bisa menyesuaikan diri untuk menggunakan headset ini dalam posisi telinga paling nyaman. Tidak seperti headset dengan bahan serupa yang keras dan terasa menekan, Recon3D Omega ini mendarat lembut di telinga, meminimalisir panas dan potensi munculnya keringat berlebih. Namun sayangnya, komposisi ini tidak lantas menjadi formula mumpuni untuk memerangkap suara yang ada. Pada volume tertentu, suara yang dihasilkan dapat terdengar keluar.
Dengan kulit sintetis yang menyelimuti busanya yang lembut, Recon3D Omega ini tidak akan terasa menekan di kulit. Ia tidak akan membuat telinga Anda berkeringatan.
Nama besar “gaming” yang disandang oleh Recon3D Omega memang bukan sekedar klaim omong kosong, dan Creative membuktikan hal tersebut. Tidak sekedar dapat difungsikan sebagai peripheral untuk PC, lewat sebuah mekanisme sederhana, Anda juga dapat memanfaatkan kualitasnya yang mumpuni untuk mendapatkan pengalaman audio yang maksimal ketika Anda sedang bermain game di dua konsol definisi tinggi – Playstation 3 dan XBOX 360. Bagian terbaiknya? Anda dapat melakukan semua ini dengan instruksi yang sederhana. Lewat buku manual yang disisipkan di paket penjualan dan deskripsi lewat gambar, Anda tidak perlu kerepotan untuk dapat memastikan fungsi ini berjalan dengan baik, apalagi dengan beragam kabel yang juga sudah disediakan di dalamnya. Lewat beberapa tombol shortcut yang terdapat di dalam transmitter yang ada, Anda bisa mengadaptasikan serangkaian fitur yang ada dengan cepat.
Kualitas yang ditawarkan Creative di Recon3D Omega ini juga didukung lewat perangkat lunak yang terhitung mumpuni. Seolah didesain untuk mengeluarkan setiap jengkal potensi yang ia tawarkan, driver ini akan membantu mengkustomisasi Recon3D Omega sesuai dengan preferensi audio pribadi Anda masing-masing. Kita tidak hanya sekedar membicarakan equalizer dan preset yang ada, tetapi juga serangkaian konfigurasi menu, dari mengatur atmosfer THX hingga mencari kejernihan suara yang memang Anda butuhkan. Dengan user-interface yang sederhana, Anda akan dapat langsung merasakan perbedaan ini secara real-time, untuk setiap opsi yang Anda pilih untuk hidup dan matikan. Maka untuk Anda yang memang mencari pengalaman audio yang lebih spesifik, driver ini akan membantu Anda mencapai kebutuhan ini.
Sound Card ini sendiri memiliki beragam shortcut untuk fungsi dan fitur yang ada, termasuk kemudahan untuk menggunakannya tidak hanya untuk PC, tetapi juga Playstation 3 dan XBOX 360.
Creative menyuntikkan “Shoot Mode” – sebuah fitur yang memang didesain khusus untuk memaksimalkan detail suara di game tertentu, khususnya FPS.
Transmitter Recon3D Omega yang disuntikkan di dalamnya juga memuat dua tombol ekstra yang akan mampu beradaptasi pada kebutuhan multimedia Anda, tidak hanya gaming, tetapi juga film. Di sisi gaming, headset ini menyediakan sebuah fitur unik bernama “Shoot Mode” yang jika dihidupkan, akan secara otomatis meningkatkan sensivitas suara pada setiap efek yang muncul dari game. Kita membicarakan derap kaki yang lebih keras dan mudah dibedakan, suara senjata yang lebih fokus, hingga ledakan. Mode seperti tentu saja menjadi ekstra tambahan yang luar biasa untuk gamer yang memang kompetitif di dunia FPS, dimana detail suara akan sangat menentukan hidup dan matinya karakter yang kita gunakan. Sementara untuk mode THX, ia akan menjadi fitur yang Anda agung-agungkan ketika mencicipi film HD yang ada. Menawarkan sensasi layar lebar dalam lingkup kecil telinga Anda. Kedua fitur inilah yang menjadi kekuatan utama Recon3D Omega ini.
The power of wireless!
Ada satu keunggulan dari posisinya sebagai headset nirkabel yang mungkin terdengar minim, namun ternyata berefek besar ketika kami menjajalnya ketika gaming. Dengan jarak yang tidak tergantung pada kabel, Anda bisa membawa headset ini dalam jarak yang cukup jauh. Fitur yang mungkin tidak terdengar signifikan ketika Anda menghabiskan sebagian besar waktu di depan komputer, namun ternyata menguntungkan di beberapa situasi, seperti yang sempat terjadi di kami. Kehausan tetapi di saat yang sama tengah menunggu giliran untuk masuk server ke DOTA 2, kami berhadapan dengan dilema besar. Mengambil minum dan kemungkinan tidak bergabung dalam match yang sudah siap atau dengan sabar menunggu dan kehausan, tetapi memastikan diri ikut dalam match yang ada. Dengan Recon3D Omega ini, Anda bisa saja melenggang mengambil minum sembari memerhatikan feedback audio dari persiapan match DOTA 2 yang tengah tersiar di PC. Sebuah solusi yang secara mengejutkan, sangat membantu.Lantas bagaimana dengan spesifikasi teknis yang ada? Berikut adalah list lengkapnya:
Headphone
- Driver Units: 50mm Neodymium magnet
- Frequency Response: 20Hz ~ 20kHz
- Impedance: 32ohms
- Sensitivity: 102dB/mW
- Microphone Type: Noise Canceling Condenser
- Frequency Response: 100Hz ~ 6.5kHz
- Impedance: <2.2kohms
- Sensitivity: -40dBV/Pa
- Playback: 24-bit Digital-to-Analog conversion (up to 48 kHz to stereo output)
- Audio Inputs: One 3.50 mm (1/8-inch) stereo jack for Microphone In, One 3.50 mm (1/8-inch) stereo jack for Aux In/Optical In
- Audio Output: One 3.50 mm (1/8-inch) stereo jack for Analog Line Out or Headphones Playback
- Interface: USB powered
- Tactic Link Wireless Interface
- Wireless Technology: Uncompressed 2.4GHz
Creative Sound Blaster Recon3D Omega, Seberapa Baik?
Recon3D Omega, Seberapa Baik?
“Wireless” dan kualitas audio memang bukanlah dua buah kata yang seringkali bersandingan dalam sebuah atmosfer yang positif. Sifatnya yang nirkabel tentu saja berpotensi menghasilkan beberapa masalah krusial, terutama delay dan resepsi suara yang buruk. Berangkat dari pengalaman buruk serupa di masa lalu inilah, kami menjajal Recon 3D Omega ini. Hasilnya? Mengejutkan. Seolah menghancurkan segala macam prejudice yang sempat bagi bangun untuk perangkat audio wireless, Recon 3D Omega memperlihatkan kualitasnya. Kualitas audio ditawarkan secara maksimal, tanpa ada masalah. Seolah Anda tengah menggunakan sebuah headset dengan kabel yang mumpuni.
Salah satu kelemahan lain dari Wireless adalah masalah ketahanan baterai. Untuk memastikan dirinya dapat berfungsi tanpa kabel, Creative tentu harus menyuntikkan Recon 3D Omega dengan build baterai yang bisa diandalkan. Setidaknya cukup untuk memastikan bahwa gamer tidak harus bolak balik melakukan charge dan justru berpotensi merusak kenikmatan bermain yang ada. Untung saja, Creative juga memikirkan dengan matang hal ini. Lewat uji coba yang ada, ia mampu bertahan lebih dari 5 jam pemakaian secara terus-menerus. Bagaimana jika ia habis di tengah game yang tidak mungkin Anda tinggalkan? Anda tetap bisa menggunakan headset ini walaupun sedang berada dalam kondisi di-charge.
Dua keunggulan di atas tentu saja sudah cukup untuk membantu gamer yang sempat meragukan status “wireless” dari Recon 3D Omega ini, apalagi menyebutnya sebagai peripheral untuk gaming. Namun seperti perangkat audio utama, kita tentu tidak hanya akan menggunakan headset ini untuk menjajal serangkaian game-game andalan kita. Sudah menjadi hal yang tidak terhindarkan untuk memaksimalkannya dalam fungsi multimedia yang lain juga, dari mendengarkan musik hingga menikmati film-film definisi tinggi yang ada. Pertanyaannya kini, seberapa nyaman?
Film
Nama THX yang disandang oleh headset yang satu ini bukanlah sekedar gimmick tanpa arti. Seperti menikmati sebuah mini-theater yang terbungkus di telinga kecil Anda, Recon 3D Omega menawarkan kualitas audio sinema yang luar biasa. Kami sendiri menjajalnya di sebuah film animasi Jepang berjudul Sword of Strangers dalam definisi tinggi. Film dengan setting di masa feodal ini memang tidak menawarkan ledakan di sana-sini, namun tetap memberikan tantangan lewat serangkaian detail suara yang terus hadir. Kita membicarkan derap kaki di lahan sunyi, denting pedang, suara angin, hingga percakapan yang menarik di dalamnya. Recon 3D Omega tidak menghadapi tantangan yang berarti. Lewat fitur THX yang ditawarkan dan konfigurasi yang bisa Anda setting dengan mudah, Recon 3D Omega menyediakan atmosfer dan pengalaman audio sinema yang dekat dengan telinga Anda.
Musik
Preferensi terhadap musik memang lebih personal dibandingkan dengan gaming atau film. Dengan begitu banyak elemen yang bermain di dalam dan dinamika yang bisa terjadi, semua orang memiliki “standar” nyamannya sendiri-sendiri. Recon 3D Omega menjalankan tugas ini dengan baik, dengan menawarkan sisi detail yang masih pantas untuk diacungi jempol, apalagi bagi Anda yang memang lebih senang dengan dentuman bass yang terasa kuat. Ruang suaranya sendiri terasa sempit, seperti Anda sedang berhadapan dengan sumber suara dalam jarak yang sangat dekat. Kami sendiri menjajal beberapa lagu dengan format .mp3 dan beragam genre: Daft Punk – Get Lucky, Black Sabbath – God is Dead, Johnny Cash – Hurt, dan X Japan – Amethyst (accoustic version). Untuk lagu-lagu yang terhitung pelan, Recon 3D Omega dapat melakukan tugansya dengan baik. Anda akan mendapatkan detail yang maksimal untuk setiap suara yang muncul, walaupun dalam ruang suara yang kecil. Dengan tanpa memanfaatkan EQ dan fungsi THX yang dimatikan, Anda akan dapat lebih menikmati fungsi yang satu ini.
Gaming
Anda tidak bisa menyebut perangkat Anda sebagai sebuah peripheral gaming jika ia tidak mampu menawarkan pengalaman gaming yang lebih sempurna. Seperti layaknya keunggulan yang kami dapatkan ketika menjajal film-film definisi tinggi, Recon 3D Omega juga memperlihatkan tajinya di fungsi ynag satu ini. Suara dentuman, aksi, dan detail suara yang ada akan menawarkan sensasi gaming yang lebih sempurna, apalagi jika Anda menjajalnya di genre dengan sisi aksi yang kental seperti FPS. Diperkuat dengan “Shoot Mode”yang diklaim akan mampu menghadirkan detail efek suara yang lebih jernih, kami membuktikannya ketika menjajal Counter-Strike: Global Offensive. Tidak hanya suara derap kaki yang kini mampu terdengar dan dibedakan dengan lebih jelas, suara senjata dan ledakan juga mengalami pergeseran volume yang cukup signifikan. Seperti di sisi film juga, Anda bisa memanfaatkan fitur THX yang ada untuk mendapatkan sensasi 5.1 yang lebih maksimal, terutama untuk game-game yang memang didesain untuk menciptakan pengalaman sinematik terbaik. Kemampuannya untuk memfasilitasi kebutuhan audio di Playstation 3 dan XBOX 360 juga menjadikannya sebagai alternatif menarik bagi gamer konsol yang membutuhkan perangkat serupa di pasaran.
Kesimpulan
Recon 3D Omega berhasil membuktikan tajinya sebagai salah satu headset gaming terbaik di pasaran, yang tidak hanya menarik bagi gamer kompetitif, apalagi mereka yang menjadikan FPS sebagai genre utama, tetapi juga para penikmat film definisi tinggi yang memang mencari kualitas sinematik secara audio di rumah.
Lupakan ketakutan bahwa nama “Wireless” yang disandangnya akan menjadi kelemahan tersendiri. Recon 3D Omega telah membuktikan dirinya sebagai headset gaming nirkabel yang dapat diandalkan, tidak hanya untuk gaming, tetapi juga untuk fungsi multimedia yang lain. Walaupun tidak terlalu tampil memesona di sisi musik, namun pengalaman THX yang ia tawarkan di film-film definisi tinggi dan game-game andalan Anda akan menjadi nilai jual tersendiri. Ini seperti memiliki sebuah mini-theater mumpuni di dalam telinga. Salah satu yang pantas untuk disayangkan hanyalah ruang suaranya yang terhitung kecil, membuat Anda seolah berada sangat dekat dengan sumber suara yang muncul. Kebocoran suara keluar juga menjadi catatan yang pantas untuk diperhatika. Anda harus memastikan diri tidak mengganggu ruang privasi orang lain dengan volume headset yang ada.
Terlepas dari kelemahan ini, Recon 3D Omega membuktikan diri sebagai sebuah headset gaming yang dapat diandalkan. Nyaman digunakan di telinga untuk waktu yang cukup lama dan fungsi nirkabelnya yang hadir tanpa masalah sama sekali selama pengujian membuatnya menjadi salah satu headset terbaik yang pernah kami jajal di meja Jagat Play. Ia juga menjadi alternatif dari kelangkaan perangkat audio yang memang mendukung fungsi gaming di Playstation 3 dan XBOX 360. Manual pemasangan yang mudah dan dukungan driver yang akan membantu mengkustomisasi kebutuhan audio sesuai dengan preferensi pribadi masing-masing juga menjadi kelebihan yang pantas untuk diacungi jempol. Satu catatan lainnya, Creative tidak menyediakan satu ekstra kabel untuk mengisi kembali headset Anda ketika kosong, sehingga Anda harus mengandalkan kabel dari perangkat yang lain. Namun kesempatan untuk tetap menggunakannya selama diisi pantas untuk diapresiasi.
Recon 3D Omega berhasil membuktikan tajinya sebagai salah satu headset gaming terbaik di pasaran, yang tidak hanya menarik bagi gamer kompetitif, apalagi mereka yang menjadikan FPS sebagai genre utama, tetapi juga para penikmat film definisi tinggi yang memang mencari kualitas sinematik secara audio di rumah. Bagi Anda yang memiliki ekstra budget untuk gaming, headset ini sendiri dibanderol dengan kisaran harga sekitar Rp 2.200.000,- di pasar Indonesia. Sebuah harga yang pantas untuk kualitas yang ia tawarkan.
sumber:
sumber:
















0 komentar:
Posting Komentar